Singkong
merupakan tanaman semusim, tanaman berumbi dengan umbi memanjang , besar dan
kecil tanaman ini mudah sekali dibudidayakan. Tanaman ini terdiri dari umbi,
batang, dan daun. Umbi singkong mengandung pati yang bervariasi tergantung
varietasnya. Ada varietas yang mengandung pati tinggi seperti varietas Darul
Hidayah dan Manggu, dan ada pula yang mengandung pati rendah terutama yang
mengandung HCN tinggi yaitu varietas singkong yang pada umumnya diperuntukan
pembuatan bioethanol ( bahan bakar nabati ).
Batang singkong pada umumnya beruas dan tingginya bisa mencapai 6-7 meter. Batang singkong inilah yang dipakai sebagai bibit. Daun singkong pada umumnya berjari dari 5 helai dan daun singkong mengandung protein sangat tinggi juga dapat membantu membantu jika kita mengalami kurang darah.
Batang singkong pada umumnya beruas dan tingginya bisa mencapai 6-7 meter. Batang singkong inilah yang dipakai sebagai bibit. Daun singkong pada umumnya berjari dari 5 helai dan daun singkong mengandung protein sangat tinggi juga dapat membantu membantu jika kita mengalami kurang darah.
Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar tanaman obat Umbi singkong memiliki
kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi,
vitamin B dan C, dan amilum. Daunnya mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium,
kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit
batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Selain sebagai makanan,
tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat
rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja,
beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina. Ini karena singkong merupakan bahan
makanan dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi dan roti,
dengan kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang
dalam waktu yang lama, sangat cocok untuk diet.
Tanaman singkong itu sendiri dapat
tumbuh disemua jenis tanah di Indonesia, dan dalam konsisi apapun singkong
dapat tumbuh dengan baik. Dari sinilah saya melihat peluang yang sangat baik
pada singkong.
Dan
ketertarikan saya semakin besar terhadap singkong itu sendiri muncul saat SMA,
dimana siswa/i disekolah saya ditugaskan membuat inovasi terhadap tanaman
singkong. Namun ini hanya sebatas makanan saja. Inilah salah satu hasil olahan
singkong, kue basah yang saya berinama “cassavalin”.
Dengan sedikit parutan keju yang mempercantik tampilan dan coklat didalamnya
yang menambah rasa lezat pada cassavalin tersebut. J
Bahkan
bukan hanya sebagai pangan saja singkong juga sebagai bahan baku pembuatan starch
tapioka merupakan salah satu campuran untuk membuat kertas. Singkong juga merupakan
salah satu sumber bahan baku pembuatan bahan bakar nabati ( biofuel ) yaitu
untuk membuat bioethanol. Seperti yang saya sudah katakan pada paragraf
sebelumnya. Banyak negara dudunia juga memerlukan singkong terutama untuk memproduksi
bioethanol tersebut, seperti China, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika
Serikat dan Eropa. Umumnya yang mereka minta dalam bentuk : Chips/saut singkong,
Gaplek, dan tepung singkong.
Kita sebagai bangsa indonesia yang
memiliki tanah yang subur, harus berbangga karena sangatlah mudah untuk
menghasilkan bahan baku starch tapioka dan bioethanol tersebut, atau bahkan
kita dapat memproduksi bioethanol itu sendiri. Seperti apa yang saya impikan.
Sederhana saja, dimulai dari hal kecil. Yaitu berbisnis membudidayakan
singkong, dan mengelolanya, serta memasarkananya dengan membuka toko yang
menjual berbagai produk berbahan baku singkong. Seperti sebagai starch tapioka
yang pada umumnya digunakan untuk pencampuran dengan bubur kertas untuk memproduksi
berbagai macam kertas. Karena sampai kini ternyata Indonesia masih mengimpor
starch tapioka dari luar negeri, padahal kertas untuk bangsa Indonesia sendiri
merupakan hal yang sangat banyak digunakan diberbagai kalangan. Betapa mudah
dan melimpahnya singong dinegeri ini tapi kita masih mengimpor starch tapioka
yang berbahan baku singkong. Ini adalah salah satu hal yang sangat
memprihatinkan. Disamping membuat starch tapioka bisnis saya juga membuat bahan
baku pembuatan bioethanol dan mengekspornya keberbagai negara.
Namun tidak sampai disini saja, saya
ingin mengembangkan bisnis ini dengan membuka perusahanan yang akan bekerjasama
dengan Masyarakat Singkong Indonesai (MSI), yaitu satu-satunya organisasi
kemasyarakatan yang khusus menangani persingkongan di Indonesia, mulai dari
pembibitan, budidaya, pengolahan sampai pemasaran. Perusahaan ini akan berjalan
dibidang ekpor dan akan menghasilkan berbagai macam produk berbahan baku
singkong yang berkualitas.