Senin, 06 Januari 2014

BISNIS IDEAL



             Singkong merupakan tanaman semusim, tanaman berumbi dengan umbi memanjang , besar dan kecil tanaman ini mudah sekali dibudidayakan. Tanaman ini terdiri dari umbi, batang, dan daun. Umbi singkong mengandung pati yang bervariasi tergantung varietasnya. Ada varietas yang mengandung pati tinggi seperti varietas Darul Hidayah dan Manggu, dan ada pula yang mengandung pati rendah terutama yang mengandung HCN tinggi yaitu varietas singkong yang pada umumnya diperuntukan pembuatan bioethanol ( bahan bakar nabati ).
Batang singkong pada umumnya beruas dan tingginya bisa mencapai 6-7 meter. Batang singkong inilah yang dipakai sebagai bibit. Daun singkong pada umumnya berjari dari 5 helai dan daun singkong mengandung protein sangat tinggi juga dapat membantu membantu jika kita mengalami kurang darah.
            Menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar tanaman obat Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daunnya mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina. Ini karena singkong merupakan bahan makanan dengan kandungan karbohidrat yang lebih rendah dari nasi dan roti, dengan kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu yang lama, sangat cocok untuk diet. 
            Tanaman singkong itu sendiri dapat tumbuh disemua jenis tanah di Indonesia, dan dalam konsisi apapun singkong dapat tumbuh dengan baik. Dari sinilah saya melihat peluang yang sangat baik pada singkong.
 
Dan ketertarikan saya semakin besar terhadap singkong itu sendiri muncul saat SMA, dimana siswa/i disekolah saya ditugaskan membuat inovasi terhadap tanaman singkong. Namun ini hanya sebatas makanan saja. Inilah salah satu hasil olahan singkong, kue basah yang saya berinama “cassavalin”. Dengan sedikit parutan keju yang mempercantik tampilan dan coklat didalamnya yang menambah rasa lezat pada cassavalin tersebut. J


            Kita dapat dengan mudah mendapatkannya, baik didaerah pegunungan ataupun didaerah dataran rendah. Singkong memang merupakan tanaman rakyat yang dengan mudah didapatkan dimana saja. Bahkan diperkotaan sekalipun singkong mudah ditemukan. Singkong juga sangat mudah di olah menjadi berbagai jenis makanan ringan (snack) seperti kripik, berbagai macam kue basah, kue kering dan bahkan singkong dapat menjadi bahan pangan pokok , seperti nasi dari singkong ( tiwul ).
Bahkan bukan hanya sebagai pangan saja singkong juga sebagai bahan baku pembuatan starch tapioka merupakan salah satu campuran untuk membuat kertas. Singkong juga merupakan salah satu sumber bahan baku pembuatan bahan bakar nabati ( biofuel ) yaitu untuk membuat bioethanol. Seperti yang saya sudah katakan pada paragraf sebelumnya. Banyak negara dudunia juga memerlukan singkong terutama untuk memproduksi bioethanol tersebut, seperti China, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat dan Eropa. Umumnya yang mereka minta dalam bentuk : Chips/saut singkong, Gaplek, dan tepung singkong.
 Kita sebagai bangsa indonesia yang memiliki tanah yang subur, harus berbangga karena sangatlah mudah untuk menghasilkan bahan baku starch tapioka dan bioethanol tersebut, atau bahkan kita dapat memproduksi bioethanol itu sendiri. Seperti apa yang saya impikan. Sederhana saja, dimulai dari hal kecil. Yaitu berbisnis membudidayakan singkong, dan mengelolanya, serta memasarkananya dengan membuka toko yang menjual berbagai produk berbahan baku singkong. Seperti sebagai starch tapioka yang pada umumnya digunakan untuk pencampuran dengan bubur kertas untuk memproduksi berbagai macam kertas. Karena sampai kini ternyata Indonesia masih mengimpor starch tapioka dari luar negeri, padahal kertas untuk bangsa Indonesia sendiri merupakan hal yang sangat banyak digunakan diberbagai kalangan. Betapa mudah dan melimpahnya singong dinegeri ini tapi kita masih mengimpor starch tapioka yang berbahan baku singkong. Ini adalah salah satu hal yang sangat memprihatinkan. Disamping membuat starch tapioka bisnis saya juga membuat bahan baku pembuatan bioethanol dan mengekspornya keberbagai negara.           
            Namun tidak sampai disini saja, saya ingin mengembangkan bisnis ini dengan membuka perusahanan yang akan bekerjasama dengan Masyarakat Singkong Indonesai (MSI), yaitu satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang khusus menangani persingkongan di Indonesia, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan sampai pemasaran. Perusahaan ini akan berjalan dibidang ekpor dan akan menghasilkan berbagai macam produk berbahan baku singkong yang berkualitas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar